Kamis, 13 November 2008

Laut Natuna Dijarah

Waspada! Teritorial Natuna, Dipantau dari Dasar Laut

Natuna jadi Home Base Jaringan Kabel Bawah Laut.

Natuna – Kabupaten Natuna menjadi home base atau terminal pemasangan jaringan kabel bawah laut. Pemasangan Kabel bawah laut ini, akan menghubungan negara-negara di Asia, untuk keperluan telekomunikasi dan internet.

Namun keberadaan home base kabel jaringan bawah laut ini, menjadi misteri dan misterius di Natuna. Perusahaan yang berbendera Indonesia-Malasia ini, saat ini, dikelola oleh PT. Sakova dibangun di ruas jalan Penarik, Lampa.

Sebelumnya lokasi PT. Sakova sangat sulit untuk diakses oleh siapa saja. Termasuk diantaranya dari DPRD Natuna, TNI AL- Lanal Ranai, TNI AD- Kodim 0318 Ranai, dan wartawan di Natuna. Setiap orang yang akan berkunjung ke lokasi ini, tidak bisa masuk kedalam kawasan PT. Sakova. Tindakan dan perlakuan manajamen PT. Sakova ini, mengundatang kecurigaan orang terhadap aktivitas dan kegiatan yang dilakukan didalam perusahaan tersebut.

Terus mencuatnya persoalan ini di Natuna, akhirnya PT. Sakova mengirim dua karyawannya dari Tarempa dan Malasia untuk memberikan penjelasan. Kedua orang ini, yakni Ati (WNA) dan Maryadi warga Tarempa untuk menjelaskan aktivitas dan kegiatan yang dilakukan oleh PT. Sakova. Dari kedua orang ini, baru diketahui, bahwa PT. Sakova merupakan terminal atau home base untuk pemasangan jaringan kabel bawah laut.

Ati, selaku manager diperusahaan tersebut, menjelaskan perusahaan yang berada di Penarik Natuna merupakan perusahaan yang melakukan pekerjaan menanam kabel optik, bawah laut untuk jaringan telepon dan internet. Dihome base ini, hanya bersifat relay, atau pemancar yang akan menerima dan meneruskan signal yang dikirim dari terminal lainnya.

Sementara saat ditanya apakah PT. Sakova sebagai pengelola, Ati menjelaskan, PT. Sakova merupakan perusahaan customer atau pelanggan saja. Siapa yang menjadi pengelola atau penanggujawab dari pekerjaan penanaman kabel dibawah laut ini, Ati juga mengaku, tidak mengetahuinya. “ saya hanya mengetahui, kalau ada orang di Jakrta yakni pa Jhoni yang selalu mengurus setiap pekerjaan ini. Dia juga yang mengurus semua perijinannya, sementara perusahaan yang bertanggungjawab atau yang mengerjakan proyek ini, saya tidak mengetahuinya. Saya diminta untuk mengawasi saja.” jelas Ati.

Dari keterangan Ati dan Mariadi ini, masih menyisahkan misteri. Apakah benar perusahaan ini, bergerak di telekomunikasi dan internet. Hal ini, karena jenis kabel dan rangkaian yang digunakan didalam perusahaan tersebut, Ati dan Mariady juga tidak bisa menjelaskannya.

Menyikapi hal ini, Pasops Lanal Ranai, Mayor Eko mengatakan, pihaknya masih mencurigai kegiatan yang dilakukan oleh PT Sakova ini. Kecurigaan ini, berdasarkan keterangan Ati yang tidak mengetahui perusahaan dan kegiatannya. “ jangan sampai perusahaan ini, juga menyertakan radar dan optik lainnya untuk mendeteksi kekayaan alam Natuna. Bisa juga untuk mempelajari teritorial di perairan Natuna. Apalagi Natuna terkenal dengan kekayaan alamnya, khususnya kekayaan lut,” jelas Eko.